Penipuan Conversi Citibank

Posted on March 6th, 2009 in Uncategorized by kisia

Saya pelanggan kartu Citibank Gold Card dengan no.Kartu 4541-7800-1567-1600, saya membeli HP dgn cara Easy Pay(EPP), dgn cicilan tetap Rp 133.683,- selama 12 bln, dan sudah berjalan 3 bln. Tiba2 saya ditawari untuk conversi cician ke Citibank EazyPay Loan (kartu kredit khusus cicilan) via telp.oleh marketing citibank, di penawarannya itu hanya disebutkan kalo dikonversi saya akan membayar cicilan bulanan lebih murah, dengan omongan yg manis2 lainnya, otomatis saya tertarik, siapa yg tidak tertarik membayar tagihan bisa menjadi lebih murah cicilannya.

Akhirnya tagihan saya dikonversi, bulan pertama saya hanya membayar Rp 90.074,- mmm, saya pikir memang Citibank berniat baik, melayani customernya, cicilan bulanan terbukti lebih rendah, walau untuk jangka waktu 12 bln, tapi masih dibawah total tagihan saya di Citibank Gold Card.

Bulan berikutnya saya kaget, kok saya ditagih Rp 105.100,- dan sisa cicilan masih 11 bulan lagi, kenapa beda dgn bulan sebelumnya..? dan kalau dihitung2, itu sudah jauh lebih mahal dari yg seharusnya saya bayar.Merasa bingung dan aneh, permainan apalagi ini , saya telp.citibank, telp.pertama saya lupa dijawab oleh siapa, tp saya disuruh menunggu 10 menit itu terlalu lama, akhirnya saya tutup, saya telp.kembali, kali ini Belinda yg menerima complain, dia menerangkan,dan membenarkan, bahwa sisa tagihan saya sebelum dikonversi adalah Rp 1.022.056,- lalu setelah dikonversi menjadi ((Rp 90.074 x 1 bln)+(Rp 105.100 x 11bln))= Total yg harus saya bayar menjadi Rp Rp 1.246.174,- ada selisih sekitar Rp 224.000,- dan itu yang harus saya bayar, jauh lebih besar dari tagihan semula.

Bayangkan Citibank mempermainkan customernya seperti itu, kita sudah nyaman dgn cicilan sebelumnya , ditawari conversi dgn iming2 cicilan lebih rendah/bln nya, tetapi kita tidak diberitahu kalau ternyata yg kita bayar justru lebih besar dari yg seharusnya dgn jangka waktu yg lebih lama pula.Tidak dijelaskan sama sekali oleh marketing soal itu, saya merasa ditipu, saya tidak mau, saya mau minta dikembalikan seperti cicilan semula tetapi dijawab tidak bisa, kalaupun bisa, saya harus membayar dgn denda pinalti sekitar 200 ribuan lagi. Saya tidak puas, saya di kirim k bagian complain, dimn hrs menunggu lagi, saya merasa dipermainkan, saya kecewa dgn citibank, saya tutup saja telpnya. Akhirnya saya tulis disini, agar masyarakat tau dan berhati-hati akan segala tawaran2 dari citibank, mereka dgn mulut manis, tetapi tidak secara detil. Kalaupun mereka menawarkan secara detil, pastilah tidak ada yg mau, membayar lebih rendah tiap bulannya, tetapi justru lebih besar n lebih lama dari yg seharusnya.

Sampai kapan kita diperlakukan seperti ini terus, sampai kapan kita dibohongi dengan cara seperti ini..?? Saya yg sudah sejak thn 2001 sdh jadi pelanggan setia Citibank, masih ditipu dgn cara-cara seperti ini..?? Jelas2 Citibank memanfaatkan kelemahan kita, tidak secara detil memberikan penerangan, sehingga kita terjerat n tidak bisa keluar lagi.

Tulisan diatas jg gw kirim ke Mediakonsumen.com dan Suara Pembaca detik.com hari ini juga.

Anakku Calya

Posted on January 26th, 2009 in Uncategorized by kisia

Calya, nama anakku ke tiga, seorang putri yang cantik
Arif dan bijaksana tingkah lakunya
Lembut dan manis tutur bahasanya
Yang selalu dirindukan kehadirannya, karena selalu menebar kebaikan
Anak yang sholehah, berguna bagi nusa bangsa dan agama

Akalnya panjang, sepanjang kakinya yang jenjang
Tidak berpikir duakali dalam mengerjakan amal
Hatinya bersih, sebersih wajahnya
Anak yang cerdas, lincah, disukai banyak orang
Yakin akan petunjuk yang diberikan oleh ALLAH dan mengikutinya
Akan membela kaum yang lemah, dimanapun dia berada

Tak gentar walau cobaan menghadang
Ungkapkan selalu kebenaran
Nyanyian jiwa, bersihkan hati dengan rajin berpuasa
Gagah berani, walau seorang wanita, tetapi wanita yang pemberani
Galau hatinya bila melihat saudaranya susah
Ajarkan ilmu yang bermanfaat , kesukaannya
Dihatinya ada kasih sayang yang luas
Enak dilihat senyumnya, enak didengar suaranya
Wajar bila semua orangĀ  menyayanginya, karena dia
Indah, hati dan wajahnya

Hati-hati dan teliti lah dalam Berbelanja

Posted on July 24th, 2008 in Uncategorized by kisia

Berhati-hati
berbelanja di Hypermarket

Kejadian kesalahan hitung di
Hypermarket / Supermarket karena "Human Error" masih bisa kita
toleransi, mungkin kasir sedang lelah/dalam kondisi yang tidak baik, sehingga
terjadi kesalahan pada perhitungan kwantitas produk, salah memasukan kode. Itu
beberapa kali saya alami. Tapi ini agak diluar dari biasanya, agak aneh dan
sangat-sangat merugikan konsumen.

Kejadiannya baru kemarin sore tgl
23 Juli 2008 di Carrefour Duta Merlin, Jakarta.
Saya membeli Wok alat masak dari Maxim (2 item berbeda)masing2 harga Rp 73.500,- dan Rp 62.900,- karena melihat logo discount 30% besar-besar yg
ditempelkan di rak/etalase. Saya juga membeli Produk Susu (2 item) masing2 dgn
harga Rp 70.540,- dan 57.330,- yg satu ada SPG-nya yg menawarkan. Lalu saya membeli Baby Diapers (2 item) dari
Produk yg sama dengan jenis berbeda (XL n XXL, otomatis harga beda pula)dan
beberapa produk lainnya. Setelah di kasir dan setelah membayar (karena tidak
mungkin saya cek struk belanja sebelum dibayar)seperti biasa saya mengecek
kembali, saya terkejut karena produk yg bertuliskan disc.30% itu ternyata tidak
didisc.saya tanya ke kasir, eh kasirnya malah dgn santainya menjawab memang
tidak ada disc.nya bu (karena alat sensor di mesin kasir tdk ada kode disc.) saya
tidak puas dengan jawaban itu, saya cari supervisornya/siapalah yg bisa
menjawab complain saya, saya ditemukan dgn Pak Hariyanto, dia dgn baik membantu
saya, mengecek, dia bilang barangnya memang didiscount bu, mari bu, saya antar
ke Informasi untuk di minta kembali uang selisihnya. Sampai disitu saya agak
lega, tapi ternyata tidak selesai disitu saja.

Sambil menunggu proses
administrasi pengembalian uang, saya iseng2 mengecek2 harga barang yg telah
saya beli, dan saya terkejut untuk kedua n ketigakalinya, karena produk susu yg
saya beli jg ternyata beda dgn harga yg tertulis di rak/etalase.Di struk
belanja Produk susu 1 Rp 80.870,- dan Produk Susu 2 Rp 60.050,-. Saya komplain
lagi, dan pihak Carrefour agak menyangsikan, kemudian saya minta SPG Produk Susu
itu untuk membantu saya membuktikan, bahwa harga yg dibayar saya memang lebih
mahal dari harga sesungguhnya. Ini betul-betul aneh,masak dari 8 item produk yg
saya beli, 4 diantaranya tidak sesuai (lebih mahal) dari harga di
rak/etalase…??? anehnya lagi, Pak Hariyanto bilang, bahwa produk saya
sebenarnya tidak didisc. yg didisc.itu beda jenis (masih satu produk) tp karena
sudah terlanjur, jadinya ibu tetep dpt disc. (bagaimana sih..? plin-plan juga,
jelas2 logo disc.nya ada, kl memang tdk disc.saya tidak jadi beli, eh bilangnya
malah begitu)kesannya tidak serius menanggapi masalah, kesalahan update pd
mesin kasir bisa berdampak fatal,bayangkan kalo konsumen dirugikan satu orang
saja Rp 50 rb (selisih harga), hitung sendiri kerugian konsumen2 lainnya yg kurang
teliti, bayangkan pula keuntungan yg didapat pihak Carrefour (setiap tgl gajian
selalu penuh) .Mereka hanya meminta maaf atas kesalahan itu, mereka bilang
mereka sudah mengupdate, dan menganggap tidak ada masalah kalo tidak ada
komplain dari konsumen. Saya menangkap kesan, bahwa pihak pengelola Hipermarket
seperti memanfaatkan kelengahan konsumen, sadar/tidak sadar, sengaja/tidak
sengaja. Melihat respon mereka yg tidak kaget/biasa2 saja menanggapi komplain
saya.Total selisih harga yg didapat dari penemuan saya itu sejumlah Rp
53.970,-nilai itu belum termasuk harga
diapers yg salah hitung, beda jenis beda harga, dihitung dgn 1 harga dgn kwantitas 2 (baru sadar di rumah).Bagi
ibu2 seperti saya, jumlah itu cukup banyak, cukup untuk beli 1 dus susu anak.

Walaupun uang saya diganti, tapi
saya menyayangkan, Carrefour sebesar itu bisa melakukan kesalahan seperti ini.
Berapa banyak konsumen yg dirugikan, yg tidak teliti, boro2 membandingkan harga
di etalase dgn di struk, kadang mengecek item/jenis barangnya saja tidak
pernah. Asal bayar,selesai.

Dengan kejadian ini saya jg
menjadilebih berhati-hati berbelanja di hypermarket manapun.Masih banyak pihak
yg mencoba memanfaatkan kelengahan kita.

Esa Hilang, Dua terbilang

Posted on May 9th, 2008 in Uncategorized by kisia

Ada yang hilang dalam diriku, entah apa

Sepertinya dia terbang, menjauh

Aku biarkan dia pergi

Aku yang meminta dia pergi

Jangan pula dia kembali

Aku sedih, tapi bahagia

Sedih meninggalkan kenangan yang telah ada

Sedih, setua ini aku baru bisa

Bahagia menyambut yang akan datang

Bahagia, telah berusaha menunaikan

Esa hilang , dua terbilang

Aku ikhlas, aku puas

Akhirnya aku bisa

Yang datang padaku bukan lagi satu, tapi dua,

Ketenangan dan kebahagiaan

Aku butuh doa

Doa menguatkanku

Doa menjagaku

Doa mengingatkanku

Semoga ini untuk selamanya,

Karena aku ingin Cinta dan di Cinta

Aku Cinta DIA, dan aku ingin DIA mencintai aku

Dengan segala kekuranganku

Dengan segala Dosa dan Khilafku

Aku memulai yang dahulu aku tak bisa

Aku ingin menjadi selamanya

Terjaga dan dijaga

Hijabku,

Aku menjemputmu

CALYA ATHAYA TUNGGADEWI

Posted on February 26th, 2008 in Uncategorized by kisia

4ra        Calya Athaya Tungga Dewi, Hadiah Sempurna berupa Bidadari yang Mulia. Itulah arti dari nama anakku yang ke-3, putri kedua ku. Lahir tgl 6 Desember 2007 dengan berat 2,720 kg dan panjang 49 cm. Lewat persalinan yang cukup melelahkan, 15 jam aku dirumah sakit, menunggu pembukaan demi pembukaan. Kata orang semakin sering melahirkan kontraksi tidak terasa sakit, apalagi ini anak ke-3, sudah pengalaman, membuatku sedikit tenang. Tapi apa mau dikata, pada saat pembukaan 3 janinku tidak juga beranjak, seperti masih betah didalam. Saat  pembukaan 9, sakit yang dirasa sama saja, tetap tak tertahan, saki……………………………..t, mau anak pertama,kedua, ketiga, sama saja, sama-sama sakit, hanya saja lebih bisa mengendalikan diri. Waktu anak pertama dan kedua, aku selalu berteriak-teriak setiap merasakan sakitnya kontraksi, sampai-sampai suster memarahiku. Persalinan ketiga ini sudah tidak teriak-teriak lagi, aku hanya sibuk mengatur nafas, tarik-buang, tarik-buang, sebisa mungkin aku buat setenang-tenangnya. Aku malu teriak, walau sebenarnya ingin sekali, zikir ya zikir, cuma tetap saja sakit. Rasanya memang tidak ada yang bisa menggantikan rasa sakit waktu persalinan, ingin rasanya disuntik penghilang rasa sakit, tapi ngeri, disuntiknya di tulang belakang, takut efek sampingnya. Akhirnya ya dinikmati saja, toh setelah keluar otomatis hilang. Anak ketiga ini tidak menunggu dokter lagi, walau pembukaannya belum sempurna dan aku hanya ditemani para suster, tidak diperbolehkan mengejan dulu, karena akan membuat robekan lebih lebar, tapi ternyata anakku sudah tidak mau disuruh menunggu dokter yg katanya on the way tapi tidak datang-datang, akhirnya aku tidak bisa menahannya lagi, walau air ketuban belum pecah, karena ada dorongan dari dalam aku mengejan saja kuat-kuat, yang pertama mengeluarkan sesuatu, aku tak tahu apa, sepertinya ketuban atau darah, suster sudah memperingatkan agar ejanan jangan diteruskan, karena dokter belum datang juga,tapi aku tidak peduli, aku sudah tidak tahan, aku mengejan dengan kuat untuk kedua kalinya, sambil teriak keras dan lepas……..
            Broll…………………!keluar juga, aku tidak tahu apa bayiku sudah keluar atau belum tapi rasanya sudah plong. Suster ternyata tidak mengetahui kalau bayiku ternyata sudah keluar, karena tertutup selimut yang menutupi kedua kakiku yang  mengangkang lebar. Suamiku yang  memberitahu, ada yang  bergerak dibawah selimut itu, dan  setelah dilihat, ternyata benar, bayiku sudah keluar dengan sendirinya, tanpa aba-aba, tanpa ditangkap oleh dokter, karena dokternya memang belum datang, aku sekilas melihat wajah suster agak sedikit kaget dan bingung, tapi dia berusaha tenang, sambil berkata," Ih …bayinya pintar ya, mau keluar sendiri…! lalu bayiku diangkat dan dia menangis, kuat, suamiku yang memotong tali pusatnya. Setelah itu dokternya baru datang, " Lho, kok sudah keluar….?"  itu kata-kata yang keluar dari mulutnya dokter, aku melihat suster dan dokter berbisik-bisik, tapi aku tak peduli, yang penting bayiku sudah keluar dengan selamat, dengan atau tanpa dokter. Tak peduli lebarnya robekan, toh tetap ada jahitan, dari anak pertama, kedua dijahit juga walau dengan aba-aba dari dokter.
       Kelahiran anak ketiga ini memang sedikit berbeda dengan kakak-kakaknya, kali ini, tanpa dimandikan dulu, anakku hanya dilap lalu langsung ditaruh didadaku untuk Inisiasi Dini, lucu, dokter sibuk menjahit, suamiku sibuk memotret, bayiku yang kelelahan berbaring didadaku, berapa menit kemudian, aneh tapi nyata dia bergerak-gerak, sepertinya mengetahui dimana letak puting susu ibunya, mulut mungilnya meraba-raba, mencari puting, agak lama memang, tapi memang sudah sunah alam, bayi yang baru lahir itu sudah bisa berusaha untuk menemukan puting susu ibunya , dan setelah dapat langsung dihisap!  Subhanallah! ini betul-betul aku rasakan. Memang menjadi seorang ibu itu luar biasa!
        Setelah selesai persalinan yang sakit dan melelahkan, disusul dengan rasa sakit jahitan yang nyeri dan ngilu, belum rasa nyeri payudara yang dihisap bayi, sempurna sudah. Tapi itu semua akan menambah nikmatnya kita mempunyai anak, semua terasa hilang saat kita memandang, menggendong bayi yang lahir sehat dan menyusuinya. Selamat datang ke dunia , anakku.

BALASAN PESAN DARI POPI

Posted on September 2nd, 2007 in Uncategorized by kisia

21 Juni 2007

07.53

Terimakasih Suamiku tercinta,………

Yang kuharapkan  bukan hadiah, tapi cinta, kasih sayang dan perhatianmu kepadaku dan  anak-anak janganlah berubah.

Bagiku itu adalah hadiah dan anugerah terindah…

nb.

Tapi kalo Popi mau ngasih hadiah juga, dengan senang hati Mi terima, hehhe

MMua…..hhhh juga…!!

PESAN DARI POPI

Posted on September 2nd, 2007 in Uncategorized by kisia

21 Juni 2007

07.39

Istriku yang kurindu,

SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-31, SEMOGA KAU TETAP SELALU MENJADI IBU DAN ISTRI YANG BAIK BUAT ANAK DAN SUAMIMU TERCINTA, AMI…N

nb.

Hadiah menyusul setelah Popi di Jakarta, ya Mi….

MMuaaa….hhh!!

PESAN DARI PAPA

Posted on September 2nd, 2007 in Uncategorized by kisia

21 Juni 2007

01.50

To be a woman is easy, very easy. But not to become a good wife,

especially a good mother….

Happy Birthday, GOD Blessing you…

My warm regard for you and all….

Papa

PESAN DARI POPI UNTUK ADITYA

Posted on September 2nd, 2007 in Uncategorized by kisia

26 April 2007

04.03

Selamat Ulang Tahun yang ke-3 Anakku yang pinter, yang gagah, yang baik, yang sabar, yang tidak sombong, yang ganteng, Semoga di tgl 26 April ini engkau bahagia walaupun Pi tidak bersama mendampingimu,

Pi berharap Aditya Segara Cakti nantinya menjadi kebanggaan Popi dan Momi, kebanggaan saudara2, berguna bagi sesama dan semoga ALLAH S.W.T selalu menyertai dan melindungimu……

Salam kangen dari Pi di Palembang untuk keluarga di Jakarta, tunggu kedatangan Popi ya Nak,…….

SURAT DARI POPI UNTUK BILQIS

Posted on September 2nd, 2007 in Uncategorized by kisia

28 Febuari 2007

20.00

Surat untuk Anakku, "Bilqis Natya Kumara"

Bilqis anakku yang cantik dan pintar, Pi saa..yaaang sekali ma Bilqis, Pi minta maaf untuk sementara ini nggak bisa menemani Bilqis ke dokter, bobo(dikala malam), bercanda, bermain, dsb, Bilqis harus banyak makan dan minum susu supaya tumbuh berkembang dan cepat menjadi besar ya Nak,….

Pi sedih kalo mendengar kabar Bilqis sakit, Pi dari jauh hanya bisa mendoakan semoga Bilqis kembali normal, sehat seperti sediakala.

Cepat sembuh ya Anakku yang hebat…..Salam buat Mas Aditya Segara Cakti dan Momi, peluk cium yang hangat dari Popimu yang selalu sayang kepadamu……

Next Page »